Pada hari itu, saya masih menjadi mahasiswa. Kenapa saya berani-beraninya mengaku mahasiswa? Karena nama saya masih terdaftar dengan NIM 2001-114-155, kalau tidak percaya cek sama Pak Edi, Pak Edi itu pegawai BAAK kampus, BAAK itu Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, kalaulah Biro Administrasi Otonomi Kampus singkatannya tebak sendiri. Di kampus saya punya banyak teman yang banyak macamnya, ada laki-laki, ada perempuan, ada yang tak konsisten katanya laki-laki tapi kok kaya perempuan, ada yang kaya, ada yang belum kaya, ada preman, ada ustad, kalau saya absen semua tulisan ini terlalu panjang, kalau panjang membosankan, bukan?
Sore hari, saya
ajak teman saya yang berjenis ustad yang terkenal akan ke-alim-annya,
ke-konsisten-annya untuk menjalankan ajaran agama, untuk bareng-bareng pergi ke
depan kampus untuk menunggu angkot, karena saatnya kami pulang, setelah
seharian kami berjuang untuk mengejar Sarjana, itu gelar, bukan nama orang. Ya
sekalian konsultasi masalah agama alasan saya, sambil berjalan kedepan kampus
saya tanya bermacam hal.










