karikatur 1

Karikatur Siswa Astra Daihatsu Motor.

Karikatur 2

Karikatur pesanan kawan

Karikatur 3

Karikatur aku dan istriku

Karikatur 4

Karikatur kawan sekantor

Karikatur 5

Karikatur selamat jalan buat kawan yang mau pulang ke Jepang

Karikatur 6

Karikatur kawan dari Palangka Raya -> Vitra Prawira

Selasa, 10 Februari 2009

Senang Itu Susah (6) : ANDAI SAYA SUDAH MENIKAH

Jum’at, 30 Januari 2007, Jum’at adalah hari yang paling saya tunggu-tunggu, karena apa? Karena waktunya pulang ke Bandung setelah 5 hari bekerja di Jakarta. Tentu juga menjadi hari yang ditunggu-tunggu juga oleh Ibu Bapak saya, karena saya yakin mereka kangen untuk membangunkan paksa saya subuh-subuh sekitar jam 5an. Sekarang, hari Jum’at menjadi hari yang ditunggu juga oleh adik iparnya Dadi sensei yang bernama Yiyis, karena apa? Saya cukup jawab dengan "hehehehe" karena saya nanti dianggapnya kepedean. Tiap Jum’at sore menjelang malam, saya pulang ke Bandung bareng dengan Dadi sensei dan Andri sensei, Andri sensei adalah Staf di kantor kami yang selalu saya tebengi mobil Honda Maestro warna putihnya untuk pulang ke Bandung. Hari itu waktu menunjukkan Jam 6 sore lebih, saatnya untuk take off dari kantor.

Jumat, 06 Februari 2009

Senang Itu Susah (5) : BARACK OBAMA PERNAH MEMIMPIN ASRAMA KAMI


Jakarta : Barack Obama memimpin Asrama JIAEC Jakarta? Eiiittss, tunggu dulu yang ini bukanlah Barack Obama yang menang pemilihan presiden di Amerika Serikat, tapi yang satu ini adalah Wawan Obama yang memenangkan pemilihan Ryocho alias presidennya asrama, setelah menang telak dari kandidat-kandidat yang lainnya. Pesona apa yang membuat Wawan Obama terpilih? Yang pasti para pemilih bukan tertarik karena kegantengannya (itu pitnah!! Upz, sory pake “f”) yang sangat maut yang membuat hati Yuyum terpanah asrama karenanya, mereka justru lebih tertarik dengan kemiripan pria kalem yang satu ini dengan Presiden Amerika Serikat terpilih, Barack Obama, dan juga dengan visi misi dahsyat yang diungkapkannya pada waktu kampanye yang menghabiskan dana sekitar 1,5 Milyar.

Kamis, 05 Februari 2009

Senang Itu Susah (4) : OH RYO, RIWAYATMU INI

Setelah seharian menjalani aktifitas pelatihan sebagai seorang Kenshusei di Training Center, atau yang lebih populer dengan istilah “Senta”, kemanakah mereka akan melangkahkan kakinya? Bukanlah ke Ragunan, Taman Mini ataulah Taman Lawang, tetapi mereka segera menuju sebuah tempat yang bentuk bangunannya berbentuk huruf “L” apabila dilihat dari ketinggian 2000 m DPU, maksudnya Diatas Pesawat Udara. Tahukah anda apalah namanya tempat itu? Apabila anda adalah Kenshusei dari sebuah perusahaan yang saya samarkan namanya, ataulah pernah menjalani pelatihan disana, tentu tahu apalah namanya tempat itu. Kalaulah lupa, baiklah saya kasih tahu apa boleh buat. Tempat itu namanya “Ryo” bukan Ryo Ferdinand, ataulah Ryo Febrian, bukan pula lah Ryo De Janeiro. “Ryo” diambil dari bahasanya mas Hidetoshi Nakata yang berarti “Asrama” kalaulah itu diterjemahkan ke dalam bahasanya saya, Rizal Faisal Rakhman sebagai orang Indonesia, meskipun banyak orang yang mengira saya ini orang Amerika, karena saya mirip Mike, Mike Tyson maksudnya.

Rabu, 04 Februari 2009

Senang Itu Susah (3) : AKU DAN MEYTA

Hari itu, seperti biasa aktifitas saya menjadi orang yang harus mentransfer apa yang ada dikepala saya. Apa yang harus ditransfer? Bahasa penjajah!! Bukan bahasa VOC yang menjajah Negara kita selama 350 tahun, tapi bahasa penjajah yang menjajah Negara kita Cuma 3.5 tahun, itu juga sih menurut pelajaran sejarah yang saya pelajari sewaktu saya SD di SDN1 Ciapus, Bahasa Jepang! Hari itu jam 11 lebihan lah kira-kira, ketika itu saya sedang bacetrot yang republik ini menterjemahkan bacetrot itu artinya banyak bicara, didalam kelas yang diisi oleh sekitar 1 batalyon trainee, 2 orang!! Mereka datang dari perusahaan Gunze yang mau berangkat magang ke Jepang.

Pada saat itu, lewatlah satu-satunya murid perempuan di kelasnya Maya Sensei ke kelas saya, dia bernama Meyta orang Sukabumi, yang memang sedang saya tunggu-tunggu kedatangannya. Dia adalah siswa tercantik di antara teman sekelasnya, badannya tinggi dan gaya rambutnya yang berbentuk jamur mirip Qibil gitarisnya The Changcuters. Dia baru pulang setelah memeriksakan dirinya ke dokter. Terus terang, saya benar-benar bimbang mengenai hasilnya apakah POSITIF ataukah NEGATIF, karena itu akan menentukan masa depannya. Ah, jangan sampai masa depannya hancur gara-gara “peristiwa” ini, apalah yang akan saya katakan kepada orangtuanya kalaulah itu terjadi? Tanpa buang-buang waktu kemudian saya tanyalah Meyta “Mey, gimana hasil pemeriksaannya?” Meyta jawab “Alhamdulillah, NEGATIF sensei…” mendengar jawaban dari dia spontan saya bilang “Alhamdilillaaaahh, beneran negatif?” Meyta jawab “iya sensei..”, plooooooong banget rasanya seperti “bucat bisul” orang sunda kata, dan saya langsung bersyukur sambil mengusap dada saya yang orang kata “bidang” seperti sebidang tripleks yang digilas stoom.

Ternyata, apa yang saya bimbangkan tidaklah terjadi. Kalaulah itu terjadi, tentu saja hancurlah cita-cita kedua orangtuanya yang menaruh harapan besar di pundak anak perempuannya, tentu juga keluarganya akan malu terhadap tetangganya, karena tetangganya tahu anaknya akan pergi bekerja ke Jepang, tapi itu takkan terjadi kalaulah ASMA-nya POSITIF, karena perusahaan Jepang tak maulah mereka menerima calon karyawannya yang bengek.

Rizal, 02 Februari 2009

Selasa, 03 Februari 2009

Senang Itu Susah (2) : PAGAR BAGUSMU ORANG YANG PERNAH MENCINTAIMU


Tadi malam saya mendapatkan berita yang benar-benar sangat mengejutkan sekali!! Teman sekelas waktu saya kuliah jadian!! Siapa emang temen saya yang jadian? Sebut saja namanya “Bunga” (nama samaran), terus jadian sama siapa kok sampai-sampai terkejut begitu? Dia jadian sama teman sekelas waktu saya kuliah juga, sebut saja namanya “Rhoma”, Rhoma kelapa? Bukan, Rhoma kriting. Jadi kesimpulannya, teman sekelas waktu saya kuliah yang berjenis kelamin perempuan, orang Soreang yang bernama Bunga, jadian dengan teman sekelas waktu saya kuliah yang berjenis kelamin laki-laki, orang Cicadas yang hijrah ke Jepang yang bernama Rhoma. 

Minggu, 01 Februari 2009

Senang Itu Susah (1) : JADI RAMBO

Saya punya kebiasaan baru yang sudah saya jalankan beberapa bulan kebelakang, kebelakang bukan maksud saya ke WC, yaitu PUSH UP, bagi yang tak bisa Bahasa Inggris itu dibaca pus ap. Saya tak perlu jelaskan apa itu push up karena kamu sudah besar.

Awalnya saya hanya bisa melakukan push up sebanyak 10 saja, dengan perjuangan keras saya akhirnya bisa meningkat menjadi 20, 30, 40, dan sekarang sudah menembus di angka 50, patutkah saya berbangga? Saya bukan orang yang sombong untungnya. Dan itu terus menerus saya lakukan setiap malam, sebelum saya memakai sarung, pasang kaus kaki, tentu saja dua-duanya.. kalaulah saya pakai di kaki kanan saja, irilah kaki kiri saya, setelah pakai kaus kaki barulah saya menggelar kasur lalu merebahkan badan, tak lupa menghitung mantan supaya saya cepatlah membuat bulu mata atas saya bertemu dengan bulu mata bawah saya, tidur tentunya.