karikatur 1

Karikatur Siswa Astra Daihatsu Motor.

Karikatur 2

Karikatur pesanan kawan

Karikatur 3

Karikatur aku dan istriku

Karikatur 4

Karikatur kawan sekantor

Karikatur 5

Karikatur selamat jalan buat kawan yang mau pulang ke Jepang

Karikatur 6

Karikatur kawan dari Palangka Raya -> Vitra Prawira

Selasa, 30 Juni 2015

Prakata




Rizal Faisal Rakhman, itu nama yang diberi Ayah dan Ibuku tanpa bubur merah bubur putih. Sebatas dua ekor kambing yang relalah dia disembelih untuk dimakan tetangga. Maaf kamu ga kebagian, jika ingin perlulah mesin waktu yang bisa mengembalikan ke tahun1982.

Blog ini dibuat supaya bisalah kita berkawan, saling bertukar pikiran, gagasan, kreatifitas, meskipun dengan sedikit kegilaan, itupun tak mengapa. Dengan begitu kau kawan bisa kukenang sepanjang hayat, akupun bisa kau kenang sepanjang hayat.

Dengan keyakinan bahwa berkarya tak melulu mengejar ternama, berkarya tak melulu mengejar kaya raya. Berkarya itu kepuasan, kepuasan diri, kepuasan rasa. Sangatlah bersyukur jika kau kawan bisa menikmati huruf demi huruf, nada demi nada, coretan demi coretan yang tertuang dalam blog ini.

Blog ini sangatlah jauh dari maksimal, namun secangkir kopi dan sehisap sigaret yang bisa mendistraksikan perih mata perih telinga perih pikiran akibat kunjungan kesini.

Salam,

Rizal
(Trinidad & Tobago, April 2015)





Jumat, 05 Juni 2015

Puisi Untuk Siswa #2

Ketika ditanya apakah bisa?
Jawablah bisa itu racun
Saya percaya kita diberikan potensi untuk menaklukkan
Menaklukan diri kita sendiri.
Hey kamu yang masih tidur tidur di kasur
Dan duduk duduk di kursi
Saatnya kita bangun, bangun keyakinan dan percaya kalau kita bisa
Racun yang mematikan segala kelemahan dalam diri
Tuntutan akan semakin tinggi, semakin kuat, semakin menghimpit.
Hadapilah dengan ketidakyakinan, maka kita akan tertelan.
Teriak! kita bukan riak-riak, tapi kita adalah ombak.
Sehingga pada saatnya dukacita akan berubah jadi sukacita.

Rizal 20150605

Puisi Untuk Siswa #1

Kau tahu?
Tentu kau jawab tidak.
Kau orang?
Tentu kau jawab iya.
Percayalah, hidup itu untuk belajar.
Dan belajar itu untuk hidup.
Kenapa tadi pagi kau tatap saya!
Yang seharusnya kau menatap MASA DEPAN!
Lalu kenapa kau masih disitu?
Sana pergi! Lanjutkan perjalanan yang masih panjang.
Jangan lupa perlengkapan bertahan hidup.
Karena tanpa itu kita akan hilang.

Rizal 20150529