Pada hari itu, saya masih menjadi mahasiswa. Kenapa saya berani-beraninya mengaku mahasiswa? Karena nama saya masih terdaftar dengan NIM 2001-114-155, kalau tidak percaya cek sama Pak Edi, Pak Edi itu pegawai BAAK kampus, BAAK itu Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, kalaulah Biro Administrasi Otonomi Kampus singkatannya tebak sendiri. Di kampus saya punya banyak teman yang banyak macamnya, ada laki-laki, ada perempuan, ada yang tak konsisten katanya laki-laki tapi kok kaya perempuan, ada yang kaya, ada yang belum kaya, ada preman, ada ustad, kalau saya absen semua tulisan ini terlalu panjang, kalau panjang membosankan, bukan?
Sore hari, saya
ajak teman saya yang berjenis ustad yang terkenal akan ke-alim-annya,
ke-konsisten-annya untuk menjalankan ajaran agama, untuk bareng-bareng pergi ke
depan kampus untuk menunggu angkot, karena saatnya kami pulang, setelah
seharian kami berjuang untuk mengejar Sarjana, itu gelar, bukan nama orang. Ya
sekalian konsultasi masalah agama alasan saya, sambil berjalan kedepan kampus
saya tanya bermacam hal.
“kalau nonton film
bokep boleh nggak?” Tanya saya ke teman saya.
“gak boleh,
haram……!” jawab dia tegas.
“kan daging babi
juga kalau hanya dilihat boleh, ga haram..”
“pokoknya haram,
itu zinah mata…”
“oh” itu saya yang
bilang oh.
“kalau gak
sengaja?”
“ah, kamu banyak
ngeles, pokoknya HARAM!”
“kalau dititipi
saja, ga ditonton kok, kan kita menjaga amanat teman, amanat itu harus
dijaga..”
“asal jangan
ditonton!” dia jawab kaya yang sudah bosan menjawab pertanyaan saya.
Oh itulah
sepenggal percakapan saya dengan teman saya.
Akhirnya kami tiba
di depan kampus, saatnya menunggu angkot. Tak lama kemudian, oh itu dia angkot
Kalapa – Ledeng, berarti teman saya harus segera pulang meninggalkan saya yang
harus menunggu angkot Cisitu – Tegallega. Teman saya membuat angkot berhenti
dengan telunjuknya, oh mungkin dia orang soleh sehingga bisa melakukan itu,
hebat! Masuklah dia ke dalam angkot yang isinya lumayan penuh, ada ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak,
tapi saya tidak menemukan berang-berang, karena
berang-berang lagi di sungai. sebelumnya dia mengucapkan salam ke saya
“assalamualaikum”, “waalaikum salam” jawab saya. Ketika angkot yang ditumpangi
teman saya mulai melaju, saya stop itu angkot tiba-tiba dan membuatnya
berhenti.
“Kang, stop
sebentar kang! Saya lupa ada amanat untuk teman saya yang itu” itu kata saya ke
pak sopir, sambil nunjuk teman saya. Oh, itu teman saya layaknya selebriti
karena dilihat oleh banyak orang yang menjadi tertarik dengan orang yang saya
tunjuk.
“ada apa Zal?” tanya
teman saya dari dalam angkot.
“jangan lupa video
bokep yang kamu pinjam balikin ke si Iki (dia manusia-red) ya, dia nanyain
terus…” saya mengarang cerita dengan volume suara yang cukup lantang, biar
semua penumpang dengar.
“dasar kau,
bercanda mulu!!”
“eh serius, nanti
kata si iki bakal dipinjami lagi DVD Miyabi yang baru..”
“Ah, gila kamu!!
Bang jalan bang!” dia bilang gila ke
saya, bilang jalan ke sopir.
Oh, dia
meninggalkan saya, tapi yang penting saya sudah ngetes mental teman saya di
depan umum, calon ustad kan harus kuat mental. Ada dua pilihan, turun dengan
predikat si tukang nonton video bokep sama penumpang dan pak sopir, atau
jelaskan yang sebenarnya sama penumpang dan pak sopir. Pilih mana? Entah mana
yang dia pilih, yang pasti angkot itu sudah menghilang dari pandangan saya.
Kejadiannya entah
tanggal berapa, oh saya lupa…





Kalau temen Bapak seperti apa yang Bapak katakan, ia akan turun dan mukanya akan merah di depan semua orang Pak.. hehehe..
BalasHapusTes Kesabaran ini ya Pak? :p
hahahaha, kejadian masa lalu di kampus doll,, yg pasti besok harinya dia ngomel2 ke saya.. ah, untungnya dia teman baik saya yg mau mengerti punya teman macam saya ini hehehe..
BalasHapuspak guru teu kabayang baheula bandel na kumaha nya jaman gegeloanna haaa,
BalasHapuswow. saya jadi semakin yakin, dan tambah yakin lagi.
BalasHapus