Selama saya menghabiskan hari-hari saya di Perusahaan tempat saya bekerja, bukankah saya tinggal di asrama perusahaan yang disana juga menjadi tempat tinggal sementara para trainee? Saya jawab iya.. bukankah saya digaji karena saya bekerja disana menjadi seorang pengajar? Saya jawab iya.. bukankah selain mengajar juga saya menjadi calon anggota legislatif dari salah satu partai politik peserta pemilu 2009? Sebelum saya jawab pun kamu pasti bilang tidak!! Karena teu kabeungeutan, beungeut artinya wajah, kesimpulannya wajah saya tidak cocok untuk menjadi seorang calon anggota legislatif, dan memang begitu kenyataannya, biarlah saudara saya yang dikhitan ketika berumur 3 tahun saja yang maju, selamat berjihad stadz!! Stadz itu maksudnya ustadz, panggilan saudara saya. Ya sudahlah, saya tak akan membahas masalah pemilu disini karena saya bukan rat volley, itu bahasa inggris.
Kamis, 12 Maret 2009
Senang Itu Susah (8) : GURU OBAKE
Saya lanjutkan ceritanya ya.. karena saya bekerja sebagai pengajar, dan saya juga harus tinggal satu lingkungan bersama trainee di asrama, saya sering menerima curhatan-curhatan dari mereka, salah satunya adalah mengenai masalah “obake” itu artinya hantu ataulah arwah gentayangan, mereka kata ada kamar-kamar tertentu yang sering didatangi obake dan sering mengganggu mereka, ada yang wujudnya mirip Slash gitaris Guns n’ Roses, ada juga yang mirip Andika, vokalisnya The Kangen, bahkan ada yang mirip kamu, kalau tersinggung berarti ngaku mirip. Mereka kata, saking takutnya diganggu obake ada yang bela-belain pindah kamar, karena kamar dia yang dulu sering menjadi tongkrongannya obake. Mereka kata disana juga sering terdengar suara-suara aneh, seperti suara orang mandi, tertawa, ada yang ngobrol, tapi tak ada orang yang melakukan itu dikamar, berarti kalau tak ada orang jadi siapa dong? Mereka kata obakelah pelakunya yang sering membuat bulu kuduk berdiri, saya kata cukur saja bulu kuduknya biar tak mampu dia untuk berdiri, aman kan? Amaaan..
Suatu malam yang saya lupa kapannya, yang pasti malam itu hampir mendekati jam 23.00, kondisi asrama sudah sepi karena trainee harus menutup pintu dan jendela kamar mulai dari jam 22.00, sedangkan saya masih menikmati kopi dan asap demi asap Sampoerna Kretek, ketika itu saya berpikir, wahai trainee yang masih percaya adanya obake, sekarang saatnya kalian melihat sosok obake yang sebenarnya, the real obake. Saya matikan rokok, meski sayang masih ada beberapa hisap lagi yang masih bisa saya sedot asapnya, tapi tak apalah, demi kelancaran misi. Segeralah saya masuk kamar dan mengambil seprai yang tentu saja berwarna putih, kalau berwarna merah mah malah saya nanti disangka Superman. Kemudian, saya tutup seluruh badan saya dengan itu seprai hanya menyisakan bagian muka saja yang tak tertutupi, kalaulah saya tutup juga, kamu pasti sudah bisa menebaknya, saya pasti nyasar ke kamar trainee putri, kalaupun begitu saya kan tidak sengaja, jadi tak apalah saya nyasar ke kamar trainee putri bukan? Tapi saya tak tergoda untuk nyasar.
Dengan seluruh tubuh berbalut seprai, saya berjalan sedikit loncat-loncatan ke kamar trainee yang mereka kata menjadi sarang obake, beberapa detik kemudian sampailah saya didepan pintu kamar itu, saya ketuk dengan perlahan-lahan di ketukan 4/4 dengan nada dasar A Minor, tapi tak ada yang keluar juga, mungkinkah mereka sudah tidur? Oh pantes!! Saya mengetuknya dengan ketukan lagu The Kangen, tak heran kalau mereka tetap tertidur pulas, saya harus ganti ketukannya supaya mereka bangun! Lalu saya ganti ketukannya dengan ketukan lagu RATM, itu singkatan dari Rage Against the Machine band tagoni asal Amerika yang membenci Amerika, ternyata berhasil!! Ada yang bangun tampaknya, karena saya mendengar ada yang berjalan menuju pintu tempat saya berdiri dibaliknya, tak lama setelah itu trainee yang terbangun dari tidurnya dan berjalan kearah pintu yang saya kata tampaknya, ternyata memang benar dia kesana dan sudah sampai ternyata. Tak lama saya harus tunggu dia untuk membuka tirai, karena saya yakin dia pasti akan memastikan siapalah yang mengetuk pintu, mudah-mudahan dia tak membawa golok dan menganggap saya maling.
Tirai dibuka, tak usahlah saya berakting dan memasang muka seram karena saya sudah seperti itu, trainee itu menatap saya, tapi apa yang terjadi? Bukannya dia ketakutan dia malah melotot dan memperlihatkan kepalan tangannya kearah saya yang sedang berpura-pura menjadi obake seolah-olah mengajak saya untuk berkelahi, ternyata dia menempati kamar yang paling angker menurut trainee yang lain karena dia dinilai paling berani diantara teman-temannya. Dia kata “siapa kamu?? Maju!! Kalau berani!!” saya diam saja takut ketahuan. Tak lama setelah itu dia memutar kunci pintu artinya mau membuka pintu dan memang benar dia membuka pintu, saya tetap diam saja, dengan mata melotot penuh amarah blezsinsky dia kini berhadap-hadapan dengan saya tanpa ada sekat pintu lagi karena sudah dia buka, dia kata lagi dengan nada mirip nada bicara saya ketika marah sama trainee “siapa kamu??” dia memperhatikan dengan jelas muka saya yang tak tertutup seprai itu dengan seksama, kemudian dia seperti berbicara didalam hatinya “mirip Rizal sensei” dan akhirnya dia memang menyimpulkan bahwa obake yang ada didepannya ternyata memang saya, gurunya yang harus dia hormati bukan diajaki berantem. Muka sangarnya mulai melemah, tak lama setelah itu dia bilang “moushiwake arimasen” yang artinya minta maaf, karena merasa salah sudah mengajak berantem sama obake yang ternyata gurunya di training center. Saya kata “kenapa kamu berani menempati kamar ini, kan angker?” dia kata dia kagak maksudnya tidak takut sama yang begituan maksudnya obake, karena obake itu tak ada.
Saya percaya hal gaib seperti adanya surga, neraka dan hari pembalasan, tapi tak percaya adanya arwah gentayangan. Pernah tidak, ada yang masuk acara “buser” gara-gara dicekik obake? Saya jawab, bahasa Jepangnya kukira takada. Kalau ada yang percaya tentang obake atawa arwah gentayangan dia berarti menganggap Allah itu lemah donk, dengan membiarkan arwah yang seharusnya menunggu pengadilan di hari akhir atau bahkan sedang disiksa kubur, keluyuran semau dia, Allah itu Maha Kuasa, Maha Perkasa. Saya teringat kata-kata ayah saya, setan itu hanya bisa membelokkan hati kita dari berbuat kebaikan sehingga berbuat dosa. Setan yang gentayangan? Perasaan de’ pembaca saja kalau pernah melihatnya. Anda ingin melihat setan? Silahkan bercermin… Heureuy ah, becanda itu artinya.. (Rizal, 12 Maret 2009)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Zal, anu di lantai 2 eta obake sanes? nu "gondrong" tea gening.....ha ha (Dadi)
BalasHapusehem,, yang di lantai dua mah mbahnya obake hehehehe
BalasHapusjadi guru yang baik...karena itu Indah..
BalasHapusooo...obake itu modelnya macam pocong, kuntilanak, genderuwo gitu ya. di jepang ada juga kaya gitu tokh... :)
BalasHapusbetul sekali.. seperti itulah..
BalasHapusobake teh hantu..!
BalasHapusmenurutsayah mah
o bangke yg hantu teh
belum posting lagih nih..