Saya punya kebiasaan baru yang sudah saya jalankan beberapa bulan kebelakang, kebelakang bukan maksud saya ke WC, yaitu PUSH UP, bagi yang tak bisa Bahasa Inggris itu dibaca pus ap. Saya tak perlu jelaskan apa itu push up karena kamu sudah besar.
Awalnya saya hanya bisa melakukan push up sebanyak 10 saja, dengan perjuangan keras saya akhirnya bisa meningkat menjadi 20, 30, 40, dan sekarang sudah menembus di angka 50, patutkah saya berbangga? Saya bukan orang yang sombong untungnya. Dan itu terus menerus saya lakukan setiap malam, sebelum saya memakai sarung, pasang kaus kaki, tentu saja dua-duanya.. kalaulah saya pakai di kaki kanan saja, irilah kaki kiri saya, setelah pakai kaus kaki barulah saya menggelar kasur lalu merebahkan badan, tak lupa menghitung mantan supaya saya cepatlah membuat bulu mata atas saya bertemu dengan bulu mata bawah saya, tidur tentunya.
Tujuannya agar badan saya kelak menjadi seperti Sylvester Stallone, pemeran film Rambo I-VII, sengaja saya bikin panjang filmnya biar menyaingi panjangnya sinetron “Tersanjung”, atau minimal seperti Ade, bukan Ade Namnung namun Ade Rai sang binaragawan. Apa yang menyebabkan saya punya kebiasaan baru itu? Itu didorong oleh pernyataan pacar saya Yiyis, dia bilang “Aa kurus” saya sempat cemburu karena saya pikir dia punya pacar baru yang namanya Rus “Aa ku Rus” karena sayalah pacar yang suka dipanggilnya Aa, bukan Rus namanya tapi Rizal. Alhamdulillaah ternyata bukan itu, dia hanya mengkritik bentuk badan saya. Meskipun dia sudah bilang mau menerima saya apa adanya, bukan ada apanya, tapi itung-itung bonus lah, kurus aja diterima apalagi berotot.. iya nggak? Tak perlu dijawab.
Setiap malam di asrama JIAEC Jakarta (bekerja yang namanya Rizal disana, di JIAECnya bukan di asramanya) dari hari Senin sampai Jumat saya jalankan aktivitas saya tersebut, dan setiap hari Sabtu-Minggu ketika saya pulang ke Bandung, karena itulah saya bisa bertemu dia, saya laporkan perkembangannya, perkembangan otot-otot di tangan saya meski itu hanya sedikit sekali perubahannya, tetap saja kurus.. tapi setidaknya ada usaha, dan dia senang dengan usaha saya. Itu semata-mata saya lakukan demi berusaha menjadi yang terbaik untuk orang yang saya sayang. Bukankah ketika kita menyayangi sesuatu pasti akan berusaha memberikan yang terbaik? sayang Allah, sayang ayah ibu, sayang suami/istri, sayang anak, sayang pekerjaan juga bukan? Dan masih banyak lagi sayang yang lain tapi yang pasti bukan sayang manuk, itu artinya sangkar burung kata orang sunda… Bukan begitu? Begitulah kira-kira
Awalnya saya hanya bisa melakukan push up sebanyak 10 saja, dengan perjuangan keras saya akhirnya bisa meningkat menjadi 20, 30, 40, dan sekarang sudah menembus di angka 50, patutkah saya berbangga? Saya bukan orang yang sombong untungnya. Dan itu terus menerus saya lakukan setiap malam, sebelum saya memakai sarung, pasang kaus kaki, tentu saja dua-duanya.. kalaulah saya pakai di kaki kanan saja, irilah kaki kiri saya, setelah pakai kaus kaki barulah saya menggelar kasur lalu merebahkan badan, tak lupa menghitung mantan supaya saya cepatlah membuat bulu mata atas saya bertemu dengan bulu mata bawah saya, tidur tentunya.
Tujuannya agar badan saya kelak menjadi seperti Sylvester Stallone, pemeran film Rambo I-VII, sengaja saya bikin panjang filmnya biar menyaingi panjangnya sinetron “Tersanjung”, atau minimal seperti Ade, bukan Ade Namnung namun Ade Rai sang binaragawan. Apa yang menyebabkan saya punya kebiasaan baru itu? Itu didorong oleh pernyataan pacar saya Yiyis, dia bilang “Aa kurus” saya sempat cemburu karena saya pikir dia punya pacar baru yang namanya Rus “Aa ku Rus” karena sayalah pacar yang suka dipanggilnya Aa, bukan Rus namanya tapi Rizal. Alhamdulillaah ternyata bukan itu, dia hanya mengkritik bentuk badan saya. Meskipun dia sudah bilang mau menerima saya apa adanya, bukan ada apanya, tapi itung-itung bonus lah, kurus aja diterima apalagi berotot.. iya nggak? Tak perlu dijawab.
Setiap malam di asrama JIAEC Jakarta (bekerja yang namanya Rizal disana, di JIAECnya bukan di asramanya) dari hari Senin sampai Jumat saya jalankan aktivitas saya tersebut, dan setiap hari Sabtu-Minggu ketika saya pulang ke Bandung, karena itulah saya bisa bertemu dia, saya laporkan perkembangannya, perkembangan otot-otot di tangan saya meski itu hanya sedikit sekali perubahannya, tetap saja kurus.. tapi setidaknya ada usaha, dan dia senang dengan usaha saya. Itu semata-mata saya lakukan demi berusaha menjadi yang terbaik untuk orang yang saya sayang. Bukankah ketika kita menyayangi sesuatu pasti akan berusaha memberikan yang terbaik? sayang Allah, sayang ayah ibu, sayang suami/istri, sayang anak, sayang pekerjaan juga bukan? Dan masih banyak lagi sayang yang lain tapi yang pasti bukan sayang manuk, itu artinya sangkar burung kata orang sunda… Bukan begitu? Begitulah kira-kira




hehe, hidup rambo...!
BalasHapusselamat membesarkan badan ajah.
hm, kalo boleh berbagi. menurut yang saya pantau dari kawan-kawan. ada dua sebab seorang laki-laki badannya bisa tiba2 gede, dan pus ap bukanlah salah satu caranya. dua cara itu adalah :
1. berhenti merokok. kalo berhenti merokok, biasanya makan jadi rampus.
2. nikah.
nah, makanya saya sarankan zal lakukan salah satunya.
berhenti merokok ataw segera nikahi yiyis..!!!
hehe
ataw dua-duanya ajah gimana?
mmhh.. waah pengennya sih pilihan yang ke 2 heuheu....
BalasHapusAri ceuk mang Dadi mah, meuli rokok sing loba tapi tong diudud. terus nikahi yiyis..tah rokona bikeun ka lanceukna yiyis terus ke kulanceukna dibikeun ka salakina. Sakitu we ti saya mahhhh
BalasHapuswaah... gagasan yang ide..
BalasHapusenya ah, ngke mas kawinna sampoerna kretek sa bos heuheu