Rabu, 04 Februari 2009

Senang Itu Susah (3) : AKU DAN MEYTA

Hari itu, seperti biasa aktifitas saya menjadi orang yang harus mentransfer apa yang ada dikepala saya. Apa yang harus ditransfer? Bahasa penjajah!! Bukan bahasa VOC yang menjajah Negara kita selama 350 tahun, tapi bahasa penjajah yang menjajah Negara kita Cuma 3.5 tahun, itu juga sih menurut pelajaran sejarah yang saya pelajari sewaktu saya SD di SDN1 Ciapus, Bahasa Jepang! Hari itu jam 11 lebihan lah kira-kira, ketika itu saya sedang bacetrot yang republik ini menterjemahkan bacetrot itu artinya banyak bicara, didalam kelas yang diisi oleh sekitar 1 batalyon trainee, 2 orang!! Mereka datang dari perusahaan Gunze yang mau berangkat magang ke Jepang.

Pada saat itu, lewatlah satu-satunya murid perempuan di kelasnya Maya Sensei ke kelas saya, dia bernama Meyta orang Sukabumi, yang memang sedang saya tunggu-tunggu kedatangannya. Dia adalah siswa tercantik di antara teman sekelasnya, badannya tinggi dan gaya rambutnya yang berbentuk jamur mirip Qibil gitarisnya The Changcuters. Dia baru pulang setelah memeriksakan dirinya ke dokter. Terus terang, saya benar-benar bimbang mengenai hasilnya apakah POSITIF ataukah NEGATIF, karena itu akan menentukan masa depannya. Ah, jangan sampai masa depannya hancur gara-gara “peristiwa” ini, apalah yang akan saya katakan kepada orangtuanya kalaulah itu terjadi? Tanpa buang-buang waktu kemudian saya tanyalah Meyta “Mey, gimana hasil pemeriksaannya?” Meyta jawab “Alhamdulillah, NEGATIF sensei…” mendengar jawaban dari dia spontan saya bilang “Alhamdilillaaaahh, beneran negatif?” Meyta jawab “iya sensei..”, plooooooong banget rasanya seperti “bucat bisul” orang sunda kata, dan saya langsung bersyukur sambil mengusap dada saya yang orang kata “bidang” seperti sebidang tripleks yang digilas stoom.

Ternyata, apa yang saya bimbangkan tidaklah terjadi. Kalaulah itu terjadi, tentu saja hancurlah cita-cita kedua orangtuanya yang menaruh harapan besar di pundak anak perempuannya, tentu juga keluarganya akan malu terhadap tetangganya, karena tetangganya tahu anaknya akan pergi bekerja ke Jepang, tapi itu takkan terjadi kalaulah ASMA-nya POSITIF, karena perusahaan Jepang tak maulah mereka menerima calon karyawannya yang bengek.

Rizal, 02 Februari 2009

2 komentar:

  1. hahhahahahaha..
    ini cerita yang paling bagus...
    pada ga nyangka kan hasul akhirnya..
    ternyata...

    ga kyk sinetron jaman skg yg akhirnya bisa ditebak lgs pas awal mulai sinetron..

    tapi yg ini beda...

    BalasHapus
  2. waduh eta cerita meniges hawatos saya teh hmmmmm aru aru dake

    BalasHapus